Menjadi ahli bahasa? Siapa yang boleh menjadi ahli bahasa? Apa persyaratan menjadi ahli bahasa? Teori apa yang harus dikuasai oleh seorang ahli bahasa? Kata-kata apa saja yang sering menyebabkan konflik komunikasi? Bagaimana cara menganalisis kasus bahasa hukum? Bagaimana menjadi ahli bahasa yang harus tampil di persidangan? Semua jawaban terangkum dalam buku yang berisi contoh-contoh praktis kajian atau analisis kasus bahasa yang pernah ditangani oleh penulis, baik kasus regional maupun nasional. Selain itu, dipaparkan juga cara menjaga komunikasi agar baik, benar, dan bijak. Seperti peribahasa “lidah tak bertulang”, dalam berkomunikasi terkadang tanpa sadar atau bahkan secara sadar kita menyampaikan sesuatu dengan menggunakan bahasa yang mengandung makna ganda sehingga memunculkan persepsi yang berbeda. Terlebih jika ternyata bahasa yang kita gunakan mengandung ujaran kebencian, penghinaan, atau bahkan pencemaran nama baik yang berakhir di meja hijau. Di sinilah diperlukan pemahaman tentang bahasa hukum. Di sinilah juga diperlukan pemahaman bagaimana agar terhindar dari kejahatan bahasa yang berujung jerat hukum. Melalui buku Selisik Linguistik Forensik, kita dituntununtuk terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan bijak.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-v-k-13-revisi#.YWVbFdVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-v-k-13-revisi#.YWVbFdVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 ...
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-iv-k-13-revisi#.YWVZudVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-iv-k-13-revisi#.YWVZudVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 ...
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-vi-k-13-revisi#.YWVQKdVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-vi-k-13-revisi#.YWVQKdVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 ...
Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU). Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan tupoksinya menerapkan kurikulum yang sesuai yaitu kurikulum yang mengandung empat unsur kompetensi pembelajaran berupa sikap, ilmu pengetahuan, pemberian keterampilan khusus dan keterampilan umum. Dengan penerapan ini diharapkan akan memberikan capaian pendidikan berupa learning outcome. Atas dasar tersebut, buku ajar pendidikan agama ini dibuat dengan tetap berperang teguh pada mekanisme dan unsur-unsur yang tertera pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Secara konseptual, setiap jenjang kualifikasi dalam KKNI disusun oleh empat parameter utama yaitu (1) Ilmu pengetahuan (science), (2) pengetahuan (knowledge), (3) pengetahuan praktis (know-how), (4) keterampilan (skill), (5) afeksi (affection) dan (6) kompetensi (competency). Adapun keenam parameter yang terkandung dalam masing-masing jenjang disusun dalam bentuk deskripsi yang disebut deskriptor kualifikasi. Dengan demikian ke-9 jenjang kualifikasi dalam KKNI memuat deskriptor-deskriptor yang menjelaskan kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manjerial dan dinyatakan sebagai capaian pembelajaran. Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu ini selain tetap berpegang teguh pada KKNI, juga tetap mengaitkan berbagai pembahasan/materi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Meskipun secara mekanisme, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama belum melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Secara sepintas, buku ajar ini tetap mengakomodir hal-hal yang bisa dimasukkan ke dalam buku ajar. Selain itu, buku ajar ini juga disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Dengan bahasa-bahasa ilustrasi yang bersegmentasi pada generasi milenial. Tujuannya adalah lebih mendekatkan dengan para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial. Bukan hanya itu saja, bahasa yang lebih simpel, sederhana dan kekinian diharapkan mampu merubah paradigma buku agama yang cenderung kaku menjadi lebih dekat di hati anak muda.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-i-k-13-revisi#.YWVQVtVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-i-k-13-revisi#.YWVQVtVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 ...
Untuk versi cetak, kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-iii-k-13-revisi#.YWVYc9VByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-iii-k-13-revisi#.YWVYc9VByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi ...
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-ii-k-13-revisi#.YWVXLNVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 Edisi Revisi sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Seri Kreatif ini dikembangkan menggunakan model pendekatan sains 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengomunikasikan/Membentuk Jejaring). Pendekata sains dalam seri Kreatif diharapkan dapat memunculkan kebiasaan Ask – Observe – Try – Explore – Learn yang merupakan tahapan pembentukan bangunan pengetahuan. Seri Kreatif ini tidak sekadar memaparkan materi, tetapi juga lebih banyak melibatkan siswa dalam kegiatan belajar sehingga pengalaman belajar menjadi lebih berkesan. Nilai plus dari seri Kreatif ini adalah sebagai berikut. Materinya mudah dipelajari sehingga siswa senang bereksplorarasi menemukan pengetahuan baru. Contoh-contoh yang diberikan merupakan contoh peristiwa yang dihadapi sehari-hari (contextual learning). Belajar melalui contoh menjadi salah satu pendekatan yang banyak muncul dalam buku ini. Paparan, contoh soal, dan soal latihan disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Siswa akan terbiasa menemukan berbagai pilihan untuk menyelesaikan masalah atau menjadi problem solver.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/8/kreatif-pendidikan-agama-hindu-dan-budi-pekerti-kls-ii-k-13-revisi#.YWVXLNVByUk Seri Kreatif merupakan buku yang disusun berdasarkan Kurikulum Tahun 2013 ...