Sebanyak 451 item atau buku ditemukan

MODUL PENGANTAR ASPEK FORENSIK NAPZA

Ilmu toksikologi forensik merupakan penerapan ilmu toksikologi untuk membantu investigasi medikolegal dalam kasus kematian, keracunan, maupun penyalahgunaan obat-obatan. Analisis obat dan racun sangat penting dalam aplikasi sehari-hari, khususnya dalam bidang forensik dan klinis. Pengambilan, pengelolaan, proses analisis, dan interpretasi yang baik pun menjadi proses yang penting dalam analisis sampel. Dalam buku ini dikupas berbagai jenis sampel yang sering diambil dalam kasus keracunan, dilengkapi dengan cara pengambilan dan pengelolaannya. Dalam bab yang berbeda diuraikan berbagai prosedur analisis beserta interpretasinya. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan, termasuk faktor pembusukan pun turut diuraikan di dalam buku ini. Selain itu, terdapat pembahasan tentang NAPZA yang menjadi problematika global dengan frekuensi penyalahgunaan sangat tinggi dan merugikan banyak orang. Pembahasan tersebut dituangkan secara komprehensif, dimulai dari epidemiologi, sejarah, sifat kimia, farmakokinetik, farmakodinamik, gejala intoksikasi, terapi intoksikasi, metode analisis, interpretasi, dan temuan otopsi. Penyusunan buku ini didukung dengan referensi terbaru dan disajikan secara sistematis, sehingga memudahkan pembaca untukmemahami isinya.

MODUL PENGANTAR ASPEK FORENSIK NAPZA Penulis: Idha Arfianti Wiraagni Suhartini Nunung Priyatni Waluyatiningsih Yudha Nurhantari Sumarni Endang Lukitaningsih Rusyad Adi Suriyanto I.B.G. Surya Putra P Beta Ahlam Gizela Hendro Widagdo ...

Muqaddimah Fi Ilmi Al-Lughah Al-Jina'I Pengantar Linguistik Forensik

Buku ini adalah pengantar linguistik forensik; penulis menyajikan kepada pembaca Arab bidang pengetahuan ini, yang telah menjadi salah satu ilmu linguistik yang paling menonjol di era ini, terutama di negara-negara Barat, sementara daerah ini tidak menerima banyak perhatian di negara-negara Arab, dan bahkan tidak menemukan tempat yang cocok di universitas-universitas Arab, terlepas dari pentingnya dan vitalitasnya. Buku ini terdiri dari pengantar ilmu ini, sejarah asal-usulnya, pelopor yang paling penting, dan cabangnya, dan memberikan definisi bahasa hukum dan bagian-bagian dan karakteristiknya. Ini juga meninjau peran bahasa dalam membuktikan drama, karena dikenal sebagai kejahatan bahasa yang paling penting, dan bagaimana ahli bahasa membantu menyelesaikannya. Buku ini penting karena berkontribusi untuk mendukung perpustakaan Arab dengan buku yang ditulis dari sudut pandang linguistik, bukan dari sudut pandang hukum. Buku ini juga bertujuan untuk meningkatkan tingkat linguistik pekerja hukum.

Copyright © CV Jejak, 2021 Author: Dr. Adil Elshiekh Abdalla Ahmed, MA ISBN 978-623-338-386-8 ISBN 978-623-338-387-5 ; Digital Edition, 2021 Editor: Rijal Mahdi Penata Letak: Galang Jati Z. Desain Sampul: Galang Jati Z. Penerbit: CV ...

Pengantar Forensik Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi di era digital ini bertumbuh semakin cepat dan canggih dari hari ke hari. Seiring dengan penggunaan teknologi informasi yang semakin meningkat tajam, turut pula hadir berbagai kejahatan yang melibatkan teknologi itu sendiri. Berbagai modus kejahatan yang timbul dalam dunia digital ini memerlukan sebuah alat dan prosedur yang dapat mengamankan dan menganalisa bukti digital dari suatu tindakan kriminal yang diproses secara elektronik. Buku membahas tentang: Bab 1 Pendahuluan Forensik Teknologi Informasi Bab 2 Profesi Ahli Forensik Teknologi Informasi Bab 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Bab 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Bab 5 Metode Komputer Forensik Bab 6 Standar Metodologi Komputer Forensik Bab 7 Hukum Pembuktian Kejahatan Teknologi Informasi Bab 8 Kejahatan Bidang Teknologi Informasi (Cybercrime) Bab 9 Perangkat Teknologi Forensik Bab 10 Keamanan Dalam Teknologi Informasi Bab 11 Tools IT Forensik

Perkembangan teknologi informasi di era digital ini bertumbuh semakin cepat dan canggih dari hari ke hari.

Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi

Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU). Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan tupoksinya menerapkan kurikulum yang sesuai yaitu kurikulum yang mengandung empat unsur kompetensi pembelajaran berupa sikap, ilmu pengetahuan, pemberian keterampilan khusus dan keterampilan umum. Dengan penerapan ini diharapkan akan memberikan capaian pendidikan berupa learning outcome. Atas dasar tersebut, buku ajar pendidikan agama ini dibuat dengan tetap berperang teguh pada mekanisme dan unsur-unsur yang tertera pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Secara konseptual, setiap jenjang kualifikasi dalam KKNI disusun oleh empat parameter utama yaitu (1) Ilmu pengetahuan (science), (2) pengetahuan (knowledge), (3) pengetahuan praktis (know-how), (4) keterampilan (skill), (5) afeksi (affection) dan (6) kompetensi (competency). Adapun keenam parameter yang terkandung dalam masing-masing jenjang disusun dalam bentuk deskripsi yang disebut deskriptor kualifikasi. Dengan demikian ke-9 jenjang kualifikasi dalam KKNI memuat deskriptor-deskriptor yang menjelaskan kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manjerial dan dinyatakan sebagai capaian pembelajaran. Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu ini selain tetap berpegang teguh pada KKNI, juga tetap mengaitkan berbagai pembahasan/materi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Meskipun secara mekanisme, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama belum melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Secara sepintas, buku ajar ini tetap mengakomodir hal-hal yang bisa dimasukkan ke dalam buku ajar. Selain itu, buku ajar ini juga disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Dengan bahasa-bahasa ilustrasi yang bersegmentasi pada generasi milenial. Tujuannya adalah lebih mendekatkan dengan para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial. Bukan hanya itu saja, bahasa yang lebih simpel, sederhana dan kekinian diharapkan mampu merubah paradigma buku agama yang cenderung kaku menjadi lebih dekat di hati anak muda.

Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU).

Dari Siwaisme Jawa ke Agama Hindu Bali

Buku ini merupakan kumpulan artikel Andrea Acri (dosen dan peneliti di EPHE, PSL University, Paris) yang berfokus pada Siwaisme (agama Siwa), tantrisme, dan yoga di Jawa dan Bali pada zaman kuno, serta kelanjutannya (sebagai “agama Hindu”) di Bali pada zaman modern. Acri menggarisbawahi keterkaitan praktik agama di Jawa dan Bali dengan tradisi Siwaisme, Brahmanisme, dan agama Hindu di India, sambil juga menyoroti transformasi hingga pemribumian tradisi itu di Jawa dan Bali sepanjang waktu dengan orisinalitas juga nilai intelektual dan spiritual yang tinggi. Ditekankan pula kesinambungan antara tradisi kuno dan wacana baru yang telah berkembang dalam periode modern dan kontemporer, baik di Jawa (setelah kedatangan Islam pada abad ke-15) dan di Bali (setelah reformasi agama Hindu pada awal abad ke-20). Buku ini diharapkan akan berguna untuk memperkenalkan keistimewaan keagamaan dan kebudayaan Jawa zaman kuno kepada khalayak luas di Indonesia, sekaligus membantu mendalami permasalahan bangsa dan negara Indonesia pada masa kini melalui pemahaman masa lalu.

Buku ini merupakan kumpulan artikel Andrea Acri (dosen dan peneliti di EPHE, PSL University, Paris) yang berfokus pada Siwaisme (agama Siwa), tantrisme, dan yoga di Jawa dan Bali pada zaman kuno, serta kelanjutannya (sebagai “agama ...

Analisis Multikultur dalam Pembelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Penebel

Pendidikan Agama sangat penting dalam membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia serta peningkatan potensi spritual. Ahlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai per­wujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual men­ca­kup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai ke­agama­an, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan.

Ahlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai per­wujudan dari pendidikan Agama.