Sebanyak 27 item atau buku ditemukan

Anak bajang menggiring angin

Kegiatan bulanan tersebut pada tingkat manajemen lini atas akan digabung
dengan file - file bulanan kegiatan - kegiatan unit pemasaran lainnya seperti
promosi dan lain - lain , menjadi kegiatan bulanan unit pemasaran dalam bentuk
 ...

Sistem moneter dan perbankan di Indonesia

Monetary policy and banking system in Indonesia.

Instrumen - instrumen yang biasa digunakan dalam menjalankan kebijakan
kuantitatif adalah Pengaturan Tingkat Bunga dan Tingkat Diskonto ( rediscount
rate policy ) , Pengaturan Operasi Pasar Terbuka ( open market operation ) , dan
 ...

Entrepeneur: Bagaimana Menciptakannya - wawasan & ide dalam proses pengajaran kewirausahaan

Saat ini, orangtua menyekolahkan anak mereka bukan sekadar agar mudah memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi pengusaha mandiri. Tak heran, pendidikan entrepreneurship (kewirausahaan) telah mendapat perhatian dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Pendidikan kewirausahaan yang mampu menghasilkan wirausaha andal tidak hanya mengandalkan konsep dan teori, tetapi juga praktik bisnis yang nyata. Tidak hanya tentang mengetahui apa itu entrepreneurship (to know), tapi juga bagaimana cara menjadi entrepreneur (to be). Buku ini memberikan informasi dan ide kepada para pendidik serta orangtua murid mengenai: • Bagaimana konsep pendidikan entrepreneurship dirancang. • Bagaimana konsep pengajaran project based learning merupakan salah satu metode yang ampuh untuk memampukan mahasiswa merintis bisnis. • Bagaimana cara mengembangkan student based learning dan bukan lagi teacher based learning. • Peranan pendidik, yaitu bukan lagi sebagai dosen, melainkan juga coach, mentor, dan fasilitator. • Poin-poin tahapan pembelajaran entrepreneurship dari semester ke semester, bagaimana peserta didik membangun bisnis dengan mengalami beberapa kegagalan dan bangkit kembali. Buku ini tidak bermaksud menggurui, tapi memberikan pertimbangan, ide, serta wawasan dalam pendidikan entrepreneurship berdasarkan pengalaman penulis sebagai salah seorang pengajar pada sebuah perguruan tinggi berbasis pendidikan entrepreneurship dan humaniora.

Saat ini, orangtua menyekolahkan anak mereka bukan sekadar agar mudah memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi pengusaha mandiri.